Total Tayangan Laman

Sabtu, 17 November 2012

SEJARAH BANYUMAS


SEJARAH BANYUMAS
.

Kabupaten Banyumas berdiri pada tahun 1582, tepatnya pada hari Jumat Kliwon tanggal 6 April 1582, atau bertepatan tanggal 12 Rabiul Awal 990 H. Kemudian ditetapkan dengan Peraturan Daerah (PERDA) Kabupa
ten Daerah Tingkat II Banyumas no. 2 Tahun 1990. Keberadaan sejarah Kabupaten Banyumas tidak terlepas dari pendirinya yaitu Raden Joko Kahiman yang kemudian menjadi Bupati yang pertama dikenal dengan julukan atau gelar Adipati Marapat (Adipati Mirapat).

Riwayat singkatnya diawali dari jaman Pemerintahan Kesultanan Pajang, di bawah pimpinan Raja Sultan Hadiwijaya. Kisah pada saat itu telah terjadi suatu peristiwa yang menimpa diri (kematian) Adipati Wirasaba ke VI (Warga Utama ke I) dikarenakan kesalahpahaman dari Kanjeng Sultan pada waktu itu, sehingga terjadi musibah pembunuhan di Desa Bener, Kecamatan Lowano, Kabupaten Purworejo (sekarang) sewaktu Adipati Wirasaba dalam perjalanan pulang dari pisowanan ke Paiang. Dari peristiwa tersebut untuk menebus kesalahannya maka Sultan Pajang, memanggil putra Adipati Wirasaba namun tiada yang berani menghadap.

Kemudian salah satu diantaranya putra menantu yang memberanikan diri menghadap dengan catatan apabila nanti mendapatkan murka akan dihadapi sendiri, dan apabila mendapatkan anugerah/kemurahan putra-putra yang lain tidak boleh iri hati. Dan ternyata diberi anugerah diwisuda menjadi Adipati Wirasaba ke VII.

Semenjak itulah putra menantu yaitu R. Joko Kahiman menjadi Adipati dengan gelar Adipati Warga Utama II. Kemudian sekembalinya dari Kasultanan Pajang atas kebesaran hatinya dengan seijin Kanjeng Sultan, bumi Kadipaten Wirasaba dibagi menjadi empat bagian diberikan kepada iparnya:
1) Wilayah Banjar Pertambakan diberikan kepada Kyai Ngabei Wirayuda.
2) Wilayah Merden diberikan kepada Kyai Ngabei Wirakusuma.
3) Wilayah Wirasaba diberikan kepada Kyai Ngabei Wargawijaya.
4) Wilayah Kejawar dikuasai sendiri dan kemudian dibangun. dengan membuka hutan Mangli dibangun pusat pemerintahan dan diberi nama Kabupaten Banyumas.

Karena kebijaksanaannya membagi wilayah Kadipaten menjadi empat untuk para iparnya maka dijuluki Adipati Marapat. Lalu siapakah Raden Joko Kahiman itu? R. Joko Kahiman adalah putra R. Banyaksasro dengan ibu dari Pasir Luhur. R. Banyaksosro adalah putra R. Baribin seorang pangeran Majapahit yang karena suatu kesalahan maka menghindar ke Pajajaran yang akhirnya dijodohkan dengan Dyah Ayu Ratu Pamekas putri Raja Pajajaran. Sedangkan Nyi Banyaksosro ibu R. Joko Kahiman adalah putri Adipati Banyak Galeh (Mangkubumi II) dari Pasir Luhur semenjak kecil R. Joko Kahiman diasuh oleh Kyai Sambarta dengan Nyai Ngaisah yaitu putrid R. Baribin yang bungsu.

Dari sejarah terungkap bahwa R. Joko Kahiman adalah satria yang sangat luhur untuk bisa diteladani oleh segenap warga Kabupaten Banyumas khususnya karena mencerminkan:
a) Sifat altruistis yaitu tidak mementingkan dirinya sendiri.
b) Merupakan pejuang pembangunan yang tangguh, tanggap dan tanggon.
c) Pembangkit jiwa persatuan kesatuan (Majapahit, Galuh Pakuan, Pajajaran) menjadi satu darah dan memberikan kesejahteraan ke kepada semua saudaranya.

Dengan demikian tidak salah apabila slogan dan etos kerja untuk Kabupaten Banyumas adalah satria. Candra atau surya sengkala untuk hari jadi Kabupaten Banyumas adalah "Bektining manggala tumataning praja" artinya tahun 1582. Bila diartikan dengan kalimat adalah "KEBAKTIAN DALAM UJUD KERJA SESEORANG PIMPINAN / MANGGALA MENGHASILKAN AKAN TERTATANYA ATAU TERBANGUNNYA SUATU PEMERINTAHAN."

Di bawah ini adalah daftar adipati atau bupati Banyumas sejak berdiri tahun 1582:
1. R. Joko Kahiman, Adipati Warga Utama II (1582-1583)
2. R. Ngabei Mertasura (1583-1600)
3. R. Ngabei Mertasura II (Ngabei Kalidethuk) (1601 -1620)
4. R. Ngabei Mertayuda I (Ngabei Bawang) (1620-1650)
5. R. Tumenggung Mertayuda II (R.T. Seda Masjid, R.T. Yudanegara I) Tahun 1650-1705
6. R. Tumenggung Suradipura (1705 -1707)
7. R. Tumenggung Yudanegara II (R.T. Seda Pendapa) Tahun 1707-1743.
8. R. Tumenggung Reksapraja (1742-1749)
9. R. Tumenggung Yudanegara III (1755) kemudian diangkat menjadi Patih Sultan Yogyakarta bergelar Danureja I.
10. R. Tumenggung Yudanegara IV (1745-1780)
11. R.T. Tejakusuma, Tumenggung Kemong (1780 -1788)
12. R. Tumenggung Yudanegara V (1788-1816)
13. Kasepuhan : R. Adipati Cokronegara (1816-1830)
Kanoman : R. Adipati Brotodiningrat (R.T. Martadireja)
14. R.T. Martadireja II (1830-1832) kemudian pindah ke Purwokerto (Ajibarang).
15. R. Adipati Cokronegara I (1832-1864)
16. R. Adipati Cokronegara II (1864-1879)
17. Kanjeng Pangeran Arya Martadireja II (1879-1913)
18. KPAA Gandasubrata (1913-1933)
19. RAA. Sujiman Gandasubrata (1933-1950)
20. R. Moh. Kabul Purwodireja (1950-1953)
21. R. Budiman (1953-1957)
22. M. Mirun Prawiradireja (30-01-1957 / 15-12-1957)
23. R. Bayi Nuntoro (15-12-1957/1960)
24. R. Subagio (1960-1966)
25. Letkol Inf. Sukarno Agung (1966-1971)
26. Kol. Inf. Poedjadi Jaringbandayuda (1971-1978)
27. Kol. Inf. R.G. Rujito (1978-1988)
28. Kol. Inf. H. Djoko Sudantoko (1988-1998)
29. Kol. Art. HM Aris Setiono, SH, S.IP (1998-2008)
30. Drs. H. Mardjoko, M.M. (2008-sekarang)

Gambar: Kadipaten Banyumas

Sumber: toelank.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar